Seminar Nasional “Motivasi dan Investasi Pendidikan dalam Dunia Kerja”

The Learning University Proudly Presents…

Seminar Nasional “Motivasi dan Investasi Pendidikan dalam Dunia Kerja”

Pemateri:

  • Ir. H. Mochammad Djamil, MT
    • Komisaris PN. Garam
    • Komisaris PT Baitasari
    • Ketua Asperaga (Asosiasi Alat Peraga)
    • Praktisi Pendidikan (Dosen FMIPA Universitas Brawijaya)
  • Dr. Hery Margono, S.E., M.M
  • Motivator Nasional
  • Direktur Utama PT Harta Kharisma
  • Wakil Ketua Komite Tetap Riset dan Teknologi KADIN
  • Deklarator- Dewan Pakar CCS (Center for Corruption Studies)
  • Dosen STIE IPWIJA

Waktu Pelaksanaan:

Sabtu, 28 April 2012 Pukul 08.00-12.00 WIB Lanjut membaca

Peningkatan Motivasi Siswa dalam Mengemukakan Pendapat (PTK)

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kunci pokok pembangunan suatu bangsa dimasa mendatang, termasuk Indonesia adalah pendidikan, sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya, serta mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan baik ekonomi maupun sosial. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan diri, sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan yang dihadapi (Djiwandono, 2002).

Mutu pendidikan Indonesia terutama dalam pelajaran bahasa Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil survey siswa diseluruh Indonesia yang menyatakan bahwa siswa banyak tidak lulus di mata pelajaran Bahasa Indonesia (Sembiring, 2010). Jika melihat data yang diberitakan Kompas, jelas bahwa Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran UN yang dianggap paling jeblok dibandingkan dengan mata pelajaran lain (http://edukasi.kompas.com). Fakta lain dikemukakan oleh Suryaman yang menyatakan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia ternyata masih menempati urutan teratas mata pelajaran tersulit bagi para murid kelas enam di sejumlah sekolah dasar (SD) Kota Tasikmalaya. Kesimpulan ini didapat berdasar hasil try out yang digelar di sejumlah SD menjelang ujian nasional (UN) yang rencananya akan digelar Mei mendatang (Jabar Tribunnews, 2011). Lanjut membaca

Pemanfaatan Media Kartu Tenses Bahasa Inggris dalam Pembelajaran Kooperatif (PTK)

BAB I 

PENDAHULUAN


A.        LATAR BELAKANG MASALAH       

           Berdasarkan tingkat literasi, Bahasa Inggris di SMP telah dirancang untuk membekali siswa mencapai literasi tingkat fungsional atau berorientasi pada komunikasi lisan. Namun demikian, Siswa SMP juga diperkenalkan kepada komunikasi tulis secara bertahap, khususnya bahasa tulis ragam lisan. Dan Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diresmikan pada tahun 2006, pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP ditekankan pada empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak (Listening), Berbicara (Speaking), Membaca (Reading) dan Menulis (Writing).

            Diantara keempat keterampilan berbahasa  seperti tersebut diatas, berdasarkan pengamatan penulis di kelas tempat penulis mengajar, keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit dikuasai siswa. Cara – cara klasik seperti menerapkan pola kalimat, menyusunnya menjadi sebuah kalimat yang padu lalu diikuti contoh-contoh terkadang hanya  menghipnotis siswa untuk rajin mencatat dan menghapal. Para siswa jarang  mempraktekkan keterampilan menulis di kelas. Hal ini bisa terlihat dari masih banyaknya siswa yang belum bisa menulis kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Mereka masih kesulitan untuk menemukan ide dan menerapkan pola kalimat sesuai kosakata dan tata bahasa yang tersedia. Bahkan ada siswa yang sama sekali tidak mengetahui fungsi dan makna kata dalam sebuah kalimat.

            Fakta – fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kemampuan menulis siswa dikarenakan menulis merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dan proses pembelajaran menulis di setiap jenjang pendidikan belum berjalan optimal. Kegiatan menulis siswa  masih  rendah dibandingkan kegiatan berbahasa lainnya yaitu berbicara, membaca, dan menyimak.

 Hal ini sekaligus menyiratkan bahwa proses pembelajaran menulis di sekolah selama ini menyimpan sejumlah permasalahan yang harus dipecahkan dan dicarikan alternatif penyelesaiannya, khususnya oleh guru bahasa inggris itu sendiri. Lanjut membaca

Program Pendidikan Penerbang Batavia Air 2012

LATAR BELAKANG

Semakin berkembangnya bisnis transportasi udara di Indonesia dan pesatnya perkembangan PT. Metro Batavia sebagai salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia membuat banyaknya kebutuhan penerbang yang handal secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, PT. Metro Batavia kembali melaksanakan Program Pendidikan Penerbang untuk mencetak penerbang yang handal dan profesional yang dapat mendukung kemajuan perusahaan.

TUJUAN

Merekrut calon-calon penerbang dan kemudian mendidiknya untuk menjadi penerbang PT. Metro Batavia yang handal dan profesional di masa yang akan datang.

 KETENTUAN

  1. Proses perekrutan sesuai dengan tahap yang sudah disusun (Tahap terlampir)
  2. Peserta harus mengisi Aplikasi Form Program Pendidikan Penerbang Batavia Air 2012 (Form dapat di download di web ini)
  3. Peserta wajib mengikuti Tahapan seleksi tanpa terkecuali
  4. Peserta bersedia mengikuti semua ketentuan yang ditetapkan PT. Metro Batavia sehubungan dengan Program Pendidikan Penerbang Batavia Air 2012
  5. Peserta bersedia menjalani Ikatan Dinas selama 12 tahun dengan PT. Metro Batavia
  6. Bagi peserta yang pernah mengikuti Program Pendidikan Penerbang Batavia Air sebanyak 3 kali ataupun pernah mengikuti namun gagal pada tahap Medical Examination, tidak diperkenankan ikut kembali. Lanjut membaca

Meningkatkan Kemampuan Menulis Melalui Buku Harian (PTK)

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang penting dan bermanfaat bagi manusia. Dengan menulis kita bisa merekam sebuah peristiwa, mengungkapkan sebuah gagasan, memberikan informasi bagi orang lain, dan sebagainya. Oleh karena itu menulis merupakan salah satu ketrampilan yang wajib dimiliki oleh setiap orang, apalagi dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan, menulis dan membaca merupakan salah satu indikator siswa mampu belajar memahami materi yang diberikan oleh guru. Dalam proses pembelajaran diharapkan siswa memahami bahan ajar melalui kegiatan membaca juga menyampaikan kembali pemahaman mereka mengenai sebuah materi melalui kegiatan menulis.

Menurut Akhadiah (1994) menulis adalah aktivitas untuk mengekspresikan ide, gagasan, pikiran atau perasaan ke dalam lambing-lambang kebahasaan. Secara lebih luas, Rofi’udin (1997) menjelaskan tahapan menulis meliputi, tahap pra-menulis, penulisan draf (pengedrafan), revisi atau perbaikan, penyuntingan, dan pubilikasi. Lebih jauh lagi, Farris (1993) mengatakan bahwa kemampuan berpikir merupakan dasar bagi semua keterampilan berbahasa (mendengarkan, berbicara. membaca, dan menulis). Keempat keterampilan itu saling terkait, yang satu berhubungan dengan yang lainnya. Dalam pembelajaran pun guru tidak bisa hanya menyajikan satu keterampilan saja melainkan dikaitkan dengan keterampilan lainnya. Menurut Syafi’ie (2000) selain ada keterkaitan di antara keempat keterampilan tersebut, kebahasaan berada di tengah-tengah keempat keterampilan itu. Hal seperti ini menandakan bahwa penyajian kebahasaan dalam pembelajaran bisa dimasukkan dalam semua keterampilan (membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara). Dari berbagai definisi mengenai menulis di atas dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan mengungkapkan ide dan perasaan melalui beberapa tahap pelaksanan hingga menjadi sebuah produk tulisan. Lanjut membaca

Penelitian Tindakan Kelas Matematika

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia dalam keadaan yang memprihatinkan, jika di lihat dari kualitas dan tantangan global yang harus di hadapinya. The Jakarta Post terbitan 3 September 2001 telah mempublikasikan hasil survei yang di lakukan oleh  The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berada di Hongkong. Hasil survei itu menunjukkan, betapa rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia saat ini, di mana Indonesia menduduki peringkat ke-12 setelah Vietnam, Thailand, Filipina, Hongkong, Malaysia, Cina, India, Taiwan, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

Melihat kondisi seperti ini, sebagai bangsa yang memiliki peradaban dan martabat, tentunya memikirkan bagaimana memajukan pendidikan Indonesia kedepan. Hal ini dapat di lakukan, apabila mau meresapi dari pernyataan Prof. Proopert Lodge yaitu life is education and education is life. Pernyataan Lodge itu mengisyaratkan bahwa antara pendidikan dengan kehidupan hampir-hampir tidak bisa di bedakan sama sekali(Suyanto:2006). Kedua komponen tersebut telah menyatu dalam sebuah kerangka folosofis, bahwa proses dalam pendidikan tidak lain adalah proses bagi manusia dalam mengarungi samudra kehidupan, begitu juga sebaliknya.

Makna filosofis pendidikan adalah proses bagaimana manusia mengenali diri dengan segenap potensi yang dimilikinya dan memahami apa yang tengah dihadapinya dalam realitas kehidupan yang nyata ini. Inilah problem fundamental dari filosofis pendidikan yang kurang banyak dipahami oleh para pakar dan praktisi pendidikan saat ini.

Begitu juga dengan guru dan pemerintah, mereka merupakan kunci (penggerak) pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan sekolah dasar. Sebab sekolah dasar merupakan fondasi bagi pendidikan, untuk pendidikan selanjutnya. Sebagaimana menurut Diknas, sekolah dasar adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia yang ditempuh dalam waktu enam tahun. Lanjut membaca

Penelitian Tindakan Kelas Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris

BAB I

PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Bahasa memiliki peranan sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa. Bahasa juga merupakan kunci penentu keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Bahasa besar sekali peranannya bagi proses berpikir seseorang. Dalam hal ini bahasa merupakan alat berpikir yang utama. Segala macam pengertian, ide, konsep, pikiran, dan angan-angan dilahirkan melalui bahasa.

Bahasa Inggris merupakan salah satu Mata Pelajaran yang wajib dipelajari oleh setiap siswa. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), bahasa Inggris memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas para pembelajar. Hal ini ditujukan agar siswa mampu bersaing dalam dunia pendidikan. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang digunakan secara luas dalam setiap aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, bisnis, dan hiburan. Menyadari kenyataan pentingnya bahasa Inggris dimasa depan, maka pembelajaran bahasa Inggris sedini mungkin harus diterapkan di sekolah-sekolah yang merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi individu dalam pembelajaran bahasa.

Salah satu alasan pentingnya mempelajari Bahasa Inggris yaitu karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, agar dapat melakukan komunikasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang budaya dan kenegaraan, bahasa Inggris menjadi pilihan utama yang sering dipakai dalam melakukan komunikasi. Adanya pemahaman bahasa Inggris sebagai bahasa asing mengharuskan siswa untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam proses pembelajarannya. Agar komunikasi yang dilakukan jelas dan dapat dipahami, siswa harus menguasai empat aspek kemampuan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Ke empat aspek tersebut tidak dapat tercapai tanpa penguasaan kosakata yang memadai. Semakin banyak kosakata yang dikuasai seseorang maka akan semakin baik pula komunikasi yang dilakukannya. Salah satu aspek penting yang harus dikuasai siswa dalam penguasaan kosakata adalah keterampilan menulis. Selain dapat mengucapkan setiap kosakata dengan pengucapan yang benar, siswa juga dituntut untuk dapat menuliskan setiap kosakata dengan ejaan yang tepat. Lanjut membaca

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemampuan Menulis

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Manusia dalam kehidupanya selalu menginginkan perubahan, dan perubahan yang dilakukan bertujuan mengoptimalkan potensi yang dimiliki manusia. Dalam usaha meningkatkan potensi tersebut manusia perlu belajar agar apa yang dilakukanya lebih baik. Menurut Gagne (2006:10) “Belajar adalah seperangkat kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, mealui pengolahan informasi menjadi kapabelitas baru”. Sedangkan Muhibin Syah (1997:89) mengemukakan bahwa “Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan”. Oleh karena itu agar lebih terarah dalam melaksanakan pembelajaran perlu adanya kurikulum sebagai pedoam pembelajaran. Alexander dan Saylor (2006:266) dalam Belajar dan Pembelajaran, mengemukakan bahwa “Kurikulum sebagai suatu rancangan untuk menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan”. Jadi sangat jelas untuk melakukan proses pembelajaran di sekolah perlu adanya kurikulum sebagi acuan belajar yang dilaksanakan.

Sejak Tahun 2006 hingga sekarang Departemen Pendidikan Nasional telah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Mulyasa E (2006: 21) berpendapat bahwa KTSP adalah “Suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan”, sehingga untuk menjalankan pembelajaran di sekolah kurikulum mutlak adanya

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan    kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesasatraan manusia Indonesia”. Lanjut membaca

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bermain Peran

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan proses sistematis yang menjadikan manusia secara sadar mengembangkan aspek potensial dalam dirinya, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan mengubah insan ummi (buta huruf) bertransformasi menjadi insan yang beradab berdasarkan cahaya ilmu sehingga Allah meninggikan kedudukannya beberapa derajat. Dalam proses pemerolehan ilmu pengetahuan, beberapa faktor penting perlu diperhatikan salah satunya adalah proses pembelajaran. Menurut Sanjaya (2006), salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran. Sanjaya (2006) menyatakan, dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dapat dimaknai bahwa pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses belajar dan tidak semata-mata berusaha mencapai hasil belajar.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru dituntut menguasai berbagai kemampuan untuk mengembangkan diri secara professional dan mengembangkannya pada tahap-tahap kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pada tahap-tahap kegiatan pembelajaran seringkali terdapat masalah yang perlu diatasi. Salah satu masalah yang muncul adalah pada tahapan proses pembelajaran. Keberadaan masalah dalam proses pembelajaran tersebut maka peneliti merencanakan untuk melakukan suatu tindakan perbaikan pembelajaran.

Bahasa Indonesia yang merupakan bagian dari kurikulum di sekolah dasar merupakan bahasa pengantar dalam setiap pelajaran yang disampaikan. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa mampu untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis.. sejalan dengan pernyataan tersebut, kurikulum KTSP (Depdiknas, 2006:81) menyebutkan :

“Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan    kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesasatraan manusia Indonesia”.

Maka dari itu begitu pentingnya pelajaran bahasa Indonesia untuk diajarakan di sekolah dasar. Keterampilan berbahasa memiliki empat komponen, yakni; menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut diurutkan berdasarkan pemerolehanya terlebih dahulu. Pemerolehan keterampilan menyimak terlebih dahulu, kemudian berbicara, membaca dan pemerolehan keterampilan menulis.

Lanjut membaca

Beasiswa Italia

Studi di Italia? Kenapa tidak. Pemerintah Italia tahun ini telah menyiapkan beberapa jenis beasiswa bagi para pelajar atau mahasiswa Indonesia, mulai dari jenjang kursus singkat hingga program S-3.

Namun, setiap pendaftar hanya diperbolehkan memilih salah satu universitas dan sekolah tinggi yang diakui oleh Pemerintah Italia. Pendaftar tidak boleh memilih universitas asing, sekolah tinggi asing, dan pusat-pusat studi swasta yang tidak diakui oleh Pemerintah Italia. Jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan antara lain Kursus Bahasa Jangka Pendek, Program Sarjana (S-1), Sekolah Tinggi Seni dan Musik, Pasca Sarjana, Program S-3, Penelitian, serta Kursus Bahasa untuk Dosen.

Untuk Program S-1, karena akan melalui proses saringan, pemohon disarankan agar mendaftarkan diri pada program lainnya sebagai pilihan alternatif. Hal itu diberlakukan agar kesempatan memperoleh beasiswa tidak hilang apabila pemohon tidak diterima pada suatu program.

Sementara itu, Kursus Bahasa dan Kebudayaan Italia diperuntukkan bagi para dosen yang mengajar bahasa Italia. Beasiswa untuk kursus mengenai pembelajaran dan pengajaran bahasa Italia ini dilaksanakan di Università per Stranieri di Perugia, Siena dan Roma Tre atau pada institusi-institusi lain yang berhak mengeluarkan sertifikat pengajaran bahasa Italia sebagai bahasa asing.

Periode beasiswa pada semua program ini adalah untuk tahun akademik 2010-2011, sedangkan untuk Program Master (S-3) dapat diperpanjang sampai 31 Maret 2012. Bagi yang tertarik, beberapa syarat utama bagi calon penerima beasiswa antara lain memiliki kemampuan berbahasa Italia melalui wawancara di Institut Kebudayaan Italia atau menunjukkan Sertifikat Bahasa Italia. Namun, syarat ini tidak akan berlaku untuk program kursus bahasa Italia.

Calon penerima beasiswa juga harus memiliki ijazah sesuai dengan yang diminta untuk pendaftaran pada institusi akademik yang dipilihnya. Ijazah pun harus diterjemahkan ke dalam bahasa Italia dan disahkan oleh perwakilan Pemerintah Italia di negara tempat studi dilakukan. Ijazah harus disertai surat pernyataan oleh Kedutaan Besar Italia terhadap nilai ijazah di negara tempat studi dilakukan.

Untuk pendaftaran pada Program Sarjana (S-1) di universitas-universitas di Italia, calon penerima beasiswa harus memiliki ijazah sekolah menengah umum atau sederajat, yang di negaranya dianggap sah untuk memasuki tingkat universitas.

Tertarik mengetahui informasi lebih mendalam untuk mendaftarkan diri Anda? Silakan klik situs Pusat Kebudayaan Italia ini. Informasi juga bisa didapatkan langsung di The Italian Institute of Culture (IIC) Jakarta di Jl HOS Cokroaminoto No 117, Menteng, Jakarta Pusat, 10350, telepon (021) 392-7531/392-7532.

Batas waktu pengajuan permohonan beasiswa secara online hanya sampai 31 Maret 2010, sedangkan batas pengiriman berkas pengajuan permohonan beasiswa pada 10 April 2010.