Pemanfaatan Media Kartu Tenses Bahasa Inggris dalam Pembelajaran Kooperatif (PTK)


BAB I 

PENDAHULUAN


A.        LATAR BELAKANG MASALAH       

           Berdasarkan tingkat literasi, Bahasa Inggris di SMP telah dirancang untuk membekali siswa mencapai literasi tingkat fungsional atau berorientasi pada komunikasi lisan. Namun demikian, Siswa SMP juga diperkenalkan kepada komunikasi tulis secara bertahap, khususnya bahasa tulis ragam lisan. Dan Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diresmikan pada tahun 2006, pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP ditekankan pada empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak (Listening), Berbicara (Speaking), Membaca (Reading) dan Menulis (Writing).

            Diantara keempat keterampilan berbahasa  seperti tersebut diatas, berdasarkan pengamatan penulis di kelas tempat penulis mengajar, keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit dikuasai siswa. Cara – cara klasik seperti menerapkan pola kalimat, menyusunnya menjadi sebuah kalimat yang padu lalu diikuti contoh-contoh terkadang hanya  menghipnotis siswa untuk rajin mencatat dan menghapal. Para siswa jarang  mempraktekkan keterampilan menulis di kelas. Hal ini bisa terlihat dari masih banyaknya siswa yang belum bisa menulis kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Mereka masih kesulitan untuk menemukan ide dan menerapkan pola kalimat sesuai kosakata dan tata bahasa yang tersedia. Bahkan ada siswa yang sama sekali tidak mengetahui fungsi dan makna kata dalam sebuah kalimat.

            Fakta – fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kemampuan menulis siswa dikarenakan menulis merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dan proses pembelajaran menulis di setiap jenjang pendidikan belum berjalan optimal. Kegiatan menulis siswa  masih  rendah dibandingkan kegiatan berbahasa lainnya yaitu berbicara, membaca, dan menyimak.

 Hal ini sekaligus menyiratkan bahwa proses pembelajaran menulis di sekolah selama ini menyimpan sejumlah permasalahan yang harus dipecahkan dan dicarikan alternatif penyelesaiannya, khususnya oleh guru bahasa inggris itu sendiri.

            Untuk itu, alangkah baiknya jika guru-guru bahasa inggris mencoba alternatif model pembelajaran yang diharapkan bisa mengantarkan anak didiknya mencapai hasil yang diharapkan dalam meningkatkan keterampilan menulis sekaligus untuk menyiasati ketidakmampuan menulis para siswa.

            Model pembelajaran yang baik adalah model yang dapat membuat siswa secara aktif menggali pemecahan masalah yang dihadapi dan dapat membuat siswa mandiri meskipun pembelajaran sudah berakhir.

            Selain model pembelajaran yang baik, guru juga harus kreatif dan inovatif dalam menyediakan sumber belajar berupa media pembelajaran yang bisa menarik minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran keterampilan bahasa, khususnya keterampilan menulis.

            Inilah yang mendorong penulis mengadakan penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini akan diujicobakan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) yang memanfaatkan media kartu tenses sebagai media pembelajarannya.

            Model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah sebuah model pembelajaran yang melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok-kelompok beranggotakan empat atau enam orang heterogen menangani tugas tertentu. Kelompok-kelompok itu menyerahkan satu hasil setelah melakukan diskusi terjadwal.

            Media kartu tenses merupakan media pembelajaran yang dimanfaatkan untuk permainan bahasa. Penerapannya melibatkan seluruh siswa, termasuk siswa yang biasanya pasif. Dengan demikian, permainan ini sangat baik digunakan dalam konteks kelas yang heterogen, sebuah kelas yang terdiri dari atas siswa dari latar belakang yang berbeda kadar kemampuannya. Mereka akan menemukan satu titik temu dalam membuat simpulan untuk merespon pesan yang mereka terima.

            Pemanfaatan media kartu tenses dalam pembelajaran kooperatif ini, diharapkan secara signifikan memotivasi siswa kelas IX C di SMPN 3 Naringgul Kabupaten Cianjur untuk ikut aktif terlibat dalam proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam  keterampilan menulis bahasa inggris.

B.        RUMUSAN MASALAH

            Masalah penelitian ini dirumuskan dalam beberapa pertanyaan berikut.

  1. Apakah penggunaan media kartu tenses dalam pembelajaran kooperatif  tersebut efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa di SMPN 3 Naringgul ?
  2. Adakah perbedaan yang signifikan antara hasil tes menulis siswa sebelum diberi perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan ?
  3. Apakah Media kartu tenses diminati siswa dalam pembelajaran menulis ?

C.        TUJUAN PENELITIAN

      Sesuai dengan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :

  1. keefektifan penggunaan media kartu tenses pada pembelajaran kooperatif dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa di SMPN 3 Naringgul.
  2. perbedaan hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis sebelum dan sesudah perlakuan
  3. minat siswa terhadap penggunaan media kartu tenses dalam proses pembelajaran menulis.

D.        MANFAAT PENELITIAN

      1.   Bagi  guru hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kreativitas dalam menjalankan tugas sebagai praktisi pendidikan.

     2.    Bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi menulis dengan bantuan media kartu tenses sebagai media pembelajarannya.

     3.    Bagi sekolah dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau alternatif pemecahan masalah terhadap rendahnya kemampuan menulis siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.

Unduh File PTK Lengkap di: PTK Media Kartu Tenses

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s