Kompetisi Penulisan Artikel

Seperti yang mungkin kita ketahui bersama bahwasanya bidang wirausaha kini sudah merambah ke berbagai kalangan. Tidak hanya orang yang sudah berusia matang saja, banyak dari kalanga remaja yang sudah berani terjun menjadi seorang wirausahawan. Alhasil, kini tidak asing lagi di telinga kita banyak bermunculan pengusaha-pengusaha sukses baru.

Nah, Sebagai generasi muda muslim, sudah sepantasnya kita tidak boleh kalah. Menurut kalian, peran apa sih yang seharusnya dipunyai oleh pengusaha muda muslim sekarang ini untuk kejayaan Islam di masa mendatang? Tuangkan gagasanmu dengan bergabung di Muslim Youth Millionaire Conference-Article Competition (MYMC-AC)!

Persyaratan lomba:

A. Peserta

  1. WNI berusia 15 – 30 tahun.
  2. Pendaftaran tidak dipungut biaya atau gratis.
  3. Melakukan registrasi melalui SMS dengan format:

MYMC-AC#NAMA#USIA#KOTA ASAL#EMAIL

Registrasi dilakukan paling lambat 11 Maret 2012 pukul 12.00 WIB ke no. 0852 2663 4990. Lanjut membaca

Kamus Investasi (Q-R)

Qualitative Analysis
Analisis yang menggunakan penilaian subyektif dalam menilai suatu saham/surat berharga berdasarkan informasi non finansial seperti keahlian manajemen perusahaan, siklus industry, kekuatan dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan perusahaan, hubungan perusahaan dengan serikat pekerja, dan penilaian subyektif lainnya.
Quantitative Analysis
Analisis terhadap suatu saham/surat berharga yang menggunakan informasi-informasi keuangan yang berasal dari laporan

Read more …

Seminar Muslim Youth Millionaire Conference

Siapa yang gak pengen ikut seminar ini coba? Selain mengadakan lomba desain poster dan artikel yang udah kita publish pada postingan sebelumnya, MYMC juga mengadakan seminar dengan pembicara-pembicara yang luar biasa.

Materi seminarnya oke banget, ditambah pembicara yang juga TOP!

  • Trend: The Power of Dinar Dirham
Sesi ini yang akan diisi langsung oleh seorang pengusaha muda yang aktif menggunakan mata uang Dinar dan Dirham dalam usahanya. Dia adalah Abdarrahman Rachadi, Ketua dari JAWARA (Jaringan Pengusaha Pengguna Dinar dan Dirham).
  • Trend: The power of Creative Writing and Social Media

Dalam sesi ini, peserta akan belajar langsung dari orang yang sudah merasakan the power of creative writing and social media. Mereka adalah penulis dan netizen yang eksis hingga saat ini, diantaranya Raditya Dika “Kambing Jantan” dan Reza Nurhilman “Maicih”. Lanjut membaca

Kompetisi Poster dan Artikel

Pernahkah Anda membuat poster untuk usaha yang Anda tekuni? Kalau iya, pasti Anda pernah merasakan betapa ampuhnya senjata promosi yang satu ini. Apakah Anda ingin tantangan yang lebih dalam mempresentasikan usaha Anda melalui poster? Yuk, ikutan Muslim Youth Millionaire Conference – Poster Competition (MYMC-PC).

A. Peserta:

  1. Wirausahawan/ti berusia 15 – 30 tahun.
  2. Tidak ada pembatasan jenis usaha, pengusaha yang menawarkan barang atau jasa boleh mengikuti lomba ini.
  3. Melakukan registrasi melalui SMS dengan format:
  4. MYMC-PC#NAMA#USIA#NAMA USAHA#KOTA ASAL#EMAIL
  5. SMS dikirimkan ke no. 0852 2663 4990, paling lambat 11 Maret 2012 pukul 12.00 WIB.
  6. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran atau gratis. Lanjut membaca

Lomba Desain Poster Nasional

Himpunan Mahasiswa Akuntansi STAN ngadain lomba desain poster nasional bertema :

“Speak Your Democracy Up!”

Total Hadiah:

Rp 5.000.000,-

(uang tunai+sertifikat+merchandise+karya ditampilkan di media massa)

Biaya Pendaftaran Rp25.000,-

Kembang Jepun: Pengukuhan Geisha sebagai Pribadi Seni

Pendahuluan

Kebudayaan adalah ujud identitas yang sulit untuk diterima secara universal. Pasalnya, suatu bentuk kebudayaan sering hanya dimiliki oleh sebagian kelompok masyarakat yang berpandangan sama. Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kebudayaan berarti ‘hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia (spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat)’ (2003: 225). Hal ini berarti, di dunia ada banyak sekali kebudayaan yang masing-masing belum tentu berterima satu sama lain.

Salah satu bentuk kebudayaan asing yang tidak cocok dengan cara pandang bangsa Indonesia adalah geisha. Geisha adalah salah satu kebudayaan khas Jepang. Kekhasan Geisha sebagai produk budaya yang hanya dimiliki Jepang dapat diungkapkan sebagai berikut. Geisha seolah-olah menjadi “sesuatu” yang benar-benar Jepang karena hanya  dengan melihat gambar seorang geisha akan mengatahui bahwa maksud dari gambar itu adalah menceritakan mengenai suatu hal yang ada hubungannya dengan Jepang (Sari, 2004: 124).

Geisha, oleh sebagian orang yang tidak paham, sering disamakan dengan pelacur. Namun, dalam perspektif Jepang tidak demikian. Setiap tindakan yang dilakukan geisha, mewujudkan kebudayaan Jepang (Sari, 2004: 126). Walaupun sudah dengan penjelasan yang cukup panjang, bagi orang Indonesia, geisha tak ubahnya pelacur karena pandangan bangsa Indonesia tidak membenarkan perilaku seks di luar nikah. Lanjut membaca

Analisis Puisi “Asmaradana” Karya Goenawan Mohamad

Analisis Puisi “Asmaradana” Karya  Goenawan Mohamad:

Asmaradana dalam Asmaradana

A. Pendahuluan

Dalam memaknai sebuah puisi, selain analisis secara struktural, analisis intratekstual juga mampu memberikan pemahaman sepenuhnya kepada sebuah puisi. Pada kesempatan kali ini penulis mencoba memberi interpretasi dengan dasar tinjauan intratekstual dari salah satu puisi karya Goenawan Mohamad. Interpretasi tersebut dilakukan untuk menciptakan makna atas rangkaian kata-kata yang menyusun puisi yang akan dibahas.

Goeanawan Mohamad adalah seorang penulis sekaligus intelektual yang berwawasan luas. Karya-karya yang dihasilkannya pun berbicara tentang berbagai aspek, baik politik, sosial, maupun budaya. Puisinya yang akan penulis bahas pada kesempatan kali ini, yaitu “Asmaradana”, menunjukkan sedikit dari kekayaan wawasannya dalam aspek kebudayaan. Lanjut membaca

Kompetisi Bisnis Indonesia

 Festival Bisnis Indonesia adalah festival yang ditujukan untuk orang – orang yang mencintai dunia bisnis dan memiliki bakat terpendam dalam dunia bisnis. Disini kamu akan berkompetisi dan melihat bakat – bakat bisnis terpendam lainnya.

Selain berkompetisi kamu juga berhak mendapatkan hadiah bahkan modal finansial yang memang sudah kamu ajukan sebelumnya. Tertarik?

Oh, ya kita juga punya Konferensi Bisnis Indonesia, perwakilan 33 Provinsi lho! Disini kita akan lebih banyak membahas permasalahan solusi bahkan networking bisnis di Indonesia.

Silakan baca keterangan keterangan selanjutnya mengenai kompetisi yang ada. Acara ini merupakan persembahan dari Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia.

1. Business Video Announcer

Business Video Announcer adalah kompetisi yang ditujukan untuk teman – teman yang menyukai ranah direct promotion dalam menjalankan bisnisnya / bisnis orang lain. Disini peserta dituntut untuk mempromosikan bisnis menarik dari daerahnya. Lanjut membaca

Sejarah Kerajaan Tallo

Sebagian besar sejarah yang diajarkan di Indonesia adalah sejarah orang-orang besar. Pemerintah Indonesia dengan konsep pahlawan yang pantas menjadikan sebagai sudi tauladan perjuangan kebangsaan bagi pengajaran di sekolah. Pendidikan Belanda menerapkan kurikurumnya mengutamakan para pemimpin, sehingga para pahlawan yang dikukuhkan merupakan para penentang gigih Belanda.

Para pahlawan tidak selamanya selalu cocok sebagai model sejarah untuk tugas-tugas modern yang lebih rumit dan mereka belum tentu dicintai oleh rakyat masanya. Hal ini cukup menarik untuk dikaji dan tidak pernah diketahui secara mendalam. Kasus yang mencolok seperti Sultan Agung dari Mataram (1613-1645), Sultan Iskandar Muda dari Aceh (1607-1683) dan Sultan Abdul Fatah dari Banten (1651-1683).

Dalam pembahasan makalah ini, kelompok kami akan membahas tokoh kecil yang pribadinya menarik dan secara historis kreatif. Mereka adalah anggota-anggota keluarga Kerajaan Tallo di Sulawesi Selatan, khususnya Karaeng Matoaya dan anaknya yang bernama Pattingalloang. Merekalah yang meletakan dasar kejayaan Makassar abad ke-17, bukan dengan tangan besi tetapi dengan kombinasi luar biasa antara intelektualitas, agama dan politik. Lanjut membaca

Sejarah Kerajaan Buton

Kesultanan Buton terletak di Pulau Buton, tenggara Pulau Celebes atau namanya sekarang, Sulawesi, pada zaman dahulu pernah mempunyai kerajaan sendiri. Nama Pulau Buton dikenal sejak zaman pemerintahan Majapahit. Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa, menyebut nama Pulau Buton.

Selain pendapat yang menyebut bahawa Islam datang di Buton berasal dari Johor, ada pula pendapat yang menyebut bahawa Islam datang di Buton berasal dari Ternate. Dipercayai orang-orang Melayu dari pelbagai daerah telah lama sampai di Pulau Buton. Mengenainya dapat dibuktikan bahawa walau pun bahasa yang digunakan dalam Kerajaan Buton ialah bahasa Wolio, namun dalam masa yang sama digunakan bahasa Melayu, terutama bahasa Melayu yang dipakai di Melaka, Johor dan Patani. Orang-orang Melayu tinggal di Pulau Buton, sebaliknya orang-orang Buton pula termasuk kaum yang pandai belayar seperti orang Bugis juga.

Orang-orang Buton sejak lama merantau ke seluruh pelosok dunia Melayu dengan menggunakan perahu berukuran kecil yang hanya dapat menampung lima orang, hingga perahu besar yang dapat memuat barang sekitar 150 ton. Lanjut membaca