Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bermain Peran


BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan proses sistematis yang menjadikan manusia secara sadar mengembangkan aspek potensial dalam dirinya, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan mengubah insan ummi (buta huruf) bertransformasi menjadi insan yang beradab berdasarkan cahaya ilmu sehingga Allah meninggikan kedudukannya beberapa derajat. Dalam proses pemerolehan ilmu pengetahuan, beberapa faktor penting perlu diperhatikan salah satunya adalah proses pembelajaran. Menurut Sanjaya (2006), salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran. Sanjaya (2006) menyatakan, dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dapat dimaknai bahwa pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses belajar dan tidak semata-mata berusaha mencapai hasil belajar.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru dituntut menguasai berbagai kemampuan untuk mengembangkan diri secara professional dan mengembangkannya pada tahap-tahap kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pada tahap-tahap kegiatan pembelajaran seringkali terdapat masalah yang perlu diatasi. Salah satu masalah yang muncul adalah pada tahapan proses pembelajaran. Keberadaan masalah dalam proses pembelajaran tersebut maka peneliti merencanakan untuk melakukan suatu tindakan perbaikan pembelajaran.

Bahasa Indonesia yang merupakan bagian dari kurikulum di sekolah dasar merupakan bahasa pengantar dalam setiap pelajaran yang disampaikan. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa mampu untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis.. sejalan dengan pernyataan tersebut, kurikulum KTSP (Depdiknas, 2006:81) menyebutkan :

“Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan    kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesasatraan manusia Indonesia”.

Maka dari itu begitu pentingnya pelajaran bahasa Indonesia untuk diajarakan di sekolah dasar. Keterampilan berbahasa memiliki empat komponen, yakni; menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut diurutkan berdasarkan pemerolehanya terlebih dahulu. Pemerolehan keterampilan menyimak terlebih dahulu, kemudian berbicara, membaca dan pemerolehan keterampilan menulis.

            Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada tiga ketrampilan, yakni menyimak, berbicara dan menulis. Setiap ketrampilan memiliki indikator pembelajaran dalam salah satu kompetensi dasar di mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diteliti. Ketiga indikator tersebut mencatat pokok-pokok, menyampaikan kepada teman, dan menulis ringkasan isi berita televisi.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap siswa kelas VI SDN Cipaku pada 22 Februari 2011, mata pembelajaran Bahasa Indonesia yang membahas tentang isi berita televisi ternyata hanya sekitar 8 % siswa yang telah menguasai materi. Evaluasi dalam bentuk tes menunjukkan bahwa hasil belajar yang dicapai oleh 63 siswa yang hadir dari keseluruhan jumlah siswa sebanyak 65 siswa, nilai rata-rata yang diperoleh hanyalah 40,33. Jauh dari KKM yaitu nilai rata-rata minimal 65. Berdasarkan data tersebut maka penulis perlu mengidentifikasikan kekurangan yang terjadi pada proses pembelajaran.

Siswa dalam memahami suatu pelajaran, perlu cara khusus agar pembelajaran tersebut mudah dipahami. Begitu pula untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami isi berita televisi, perlu cara khusus agar siswa mampu memahami dengan mudah dan menyenangkan. Sehingga diperlukan suatu metode yang tepat agar siswa dengan mudah memahami isi berita televisi. Metode pembelajaran yang digunakan dalam mengatasi hal ini adalah penggunaan metode bermain peran. Dengan penggunaan metode ini diharapkan siswa akan mendapatkan kemudahan karena metode ini siswa mampu menguasai bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh. Oleh karena itu, penelitian ini penulis menetapkan judul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Memahami Isi Berita dari Televisi Melalui Metode Bermain Peran bagi Siswa Kelas VI SD Negeri Cipaku Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.”

B.     Identifikasi Dan Perumusan Masalah

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan identifikasi permasalahan di kelas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Metode pembelajaran yang digunakan kurang efektif memberikan hasil yang signifikan
  2. Guru kurang memberikan kesempatan siswa untuk lebih aktif selama proses pembelajaran.
  3. Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi wacana lisan khususnya isi berita televisi
  4. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, rumusan masalah yang diajukan dalam proposal PTK ini adalah :

Apakah melalui metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan memahami isi berita dari televisi bagi siswa kelas VI SD Negeri Cipaku?

C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan :

  1. Untuk perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di kelas sehingga guru mengetahui tingkat kelemahan dalam penyampaian materi
  2. Untuk mengetahui proses dan metode yang paling tepat yang harus dipilih oleh guru dalam penyampaian materi pembelajaran Bahasa Indonesia
  3. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang diharapkan.

D.    Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :

  1. Penulis
    1. Menambah wawasan penulis tentang penelitian tindakan kelas
  2. Guru dan Teman Sejawat
    1. Penelitian bermanfaat sebagai bahan masukan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelasnya.
  3. Penelitian bermanfaat sebagai bahan perbandingan pembelajaran
    1. Penelitian ini berguna untuk untuk mengetahui proses dan metode yang tepat digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar
  4. Siswa
    1. Siswa akan semakin termotivasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga mereka mampu meningkatkan prestasi yang optimal.
  5. Sekolah
    1. Sekolah yang gurunya mampu melakukan penelitian tindakan kelas memiliki peluang untuk berkembang pesat dalam meningkatkan mutu pendidikan
    2. Dengan hasil penelitian ini diharapkan SD Negeri Cipaku dapat lebih memberdayakan metode bermain peran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa lebih sehingga perlu diterapkan pada pelajaran lain

E.     Penegasan Istilah

  1. Upaya adalah kegiatan yang mengerahkan tenaga, pikiran untuk mencapai suatu tujuan (KBBI)
  2. Meningkatkan adalah adalah menaikkan taraf, derajat, dan sebagainya (KBBI)
  3. Kemampuan adalah kesanggupan; kecakapan; kekuatan. Kemampuan bahasa adalah kemampuan seseorang menggunakan bahasa yg memadai dilihat dari sistem bahasa. (KBBI)
  4. Memahami adalah mengerti benar (akan); mengetahui benar akan sesuatu. (KBBI)
  5. Berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat, laporan, pemberitahuan dan pengumuman. (KBBI). Penelitian ini memfokuskan kepada berita yang berasal dari televisi.
  6. Hasil belajar: hasil adalah sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (KBBI 2007 : 391) belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (KBBI 2007 : 17)

Penulis : Caesar Anggara A.

Unduh selengkapnya :   http://www.ziddu.com/download/16977765/ptk.docx.html

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s