Liberalisme, Kapitalisme, Sosialisme


Pemikiran Caesar Anggara Adhiputra

Mahasiswa Kampus Universitas Indonesia (FIB/S.Jerman)

Sebagai sistem pemikiran, liberalisme muncul sebagai dampak dari suatu kondisi terutama dimulai sejak masa Renaissance. Manusia Renaisan tidak lagi terbelenggu oleh berbagai aturan dan norma yang berasal dari Gereja. Pada abad pertengahan, kehidupan manusia dalam berbagai segi harus tertuju pemahaman tentang Tuhan. Kondisi seperti itu kemudian mendorong munculnya paham tentang menjadi manusia bebas. Dalam pengertian harfiah, liberalisme adalah gagasan atau aliran yang bertitik tolak pada kebebasan manusia. Sebagai suatu system pemikiran, liberalisme memiliki berbagai landasan. Landasan tersebut berupa kehendak manusia, keinginan, tujuan, dan tanggung jawab. Pada dasarnya kebebasan adalah sesuatu yang hakiki yang dimiliki manusia dan melekat pada dirinya. Masyarakat yang terbaik, menurut paham liberal adalah yang memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhnya. Dalam masyarakat yang baik, semua individu harus dapat mengembangkan pikiran dan bakat-bakatnya.

Liberalisme model Barat pada abad 17 juga menekankan kebebasan manusianya. Kebebasan tersebut diperjuangkan melalui pendidikan. Manusia bebas tersebut mampu menciptakan berbagai ilmu pengetahuan dan penemuan ( teknologi ) baru. Pada abad 18, kebebasan yang dimiliki manusia memunculkan berbagai pemikiran seperti naturalisme, individualisme, materialisme, dan empirisme. Selain itu, juga muncul pandangan tentang alam ( kosmologi ), materi, kehidupan dalam bekerja, penataan organisasi kerja, kehidupan perekonomian. Adapun beberapa ciri liberalisme, yaitu :

  • Pertama, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik.
  • Kedua, anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
  • Ketiga, pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.
  • Keempat, kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu, pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah. Pendek kata, kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan, dan karena itu, sejauh mungkin dibatasi.
  • Kelima, suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian besar individu berbahagia. Walau masyarakat secara keseluruhan berbahagia, kebahagian sebagian besar individu belum tentu maksimal. Dengan demikian, kebaikan suatu masyarakat atau rezim diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan dan bakat-bakatnya. Ideologi liberalisme ini dianut di Inggris dan koloni-koloninya termasuk Amerika Serikat.

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya (Bagus, 1996). Ebenstein (1990) menyebut kapitalisme sebagai sistem sosial yang menyeluruh, lebih dari sekedar sistem perekonomian. Ia mengaitkan perkembangan kapitalisme sebagai bagian dari gerakan individualisme. Sedangkan Hayek (1978) memandang kapitalisme sebagai perwujudan liberalisme dalam ekonomi. Sistem kapitalisme, menurut Ebenstein (1990), mulai berkembang di Inggris pada abad 18 M dan kemudian menyebar luas ke kawasan Eropa Barat laut dan Amerika Utara. Risalah terkenal Adam Smith, yaitu The Wealth of Nations (1776), diakui sebagai tonggak utama kapitalisme klasik yang mengekspresikan gagasan laissez faire dalam ekonomi.

Ayn Rand dalam Capitalism (1970) menyebutkan tiga asumsi dasar kapitalisme, yaitu: (a) kebebasan individu ( liberalisme ), (b) kepentingan diri ( individualime ), dan (c) pasar bebas ( persoalan ekonomi ). Menurut Rand, kebebasan individu merupakan tiang pokok kapitalisme, karena dengan pengakuan hak alami tersebut individu bebas berpikir, berkarya dan berproduksi untuk keberlangsungan hidupnya. Pada gilirannya, pengakuan institusi hak individu memungkinkan individu untuk memenuhi kepentingan dirinya. Menurut Rand, manusia hidup pertama-tama untuk dirinya sendiri, bukan untuk kesejahteraan orang lain. Kedua asumsi dasar itu, liberalisme dan individualisme pada akhirnya mengacu dan digunakan dalam bidang ekonomi. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. Sistem perekonomian ( kepemilikan modal, hak milik keuntungan ) menjadi proses yang tidak seimbang antara pemilik modal dan para pekerja. Beberapa ciri kapitalisme :

1. Sebagian besar sarana produksi dan distribusi dimiliki oleh individu bukan oleh negara. Ciri ini tetap mengakui adanya pemilikan negara yang berwujud monopoli yang bersifat alamiah atau menyangkut pelayanan jasa kepada masyarakat umum.

2. Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas (free market). Perekonomian pasar dalam sistem kapitalis didasarkan pada spesialisasi kerja. Dalam hal harga, penawaran dan permintaan menjadi kendala penentu, sejauh persaingan yang ada tidak diganggu oleh monopoli, oligopoli yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan terkemuka dalam jenis usaha tertentu. Dalam sistem ini, setiap pembuat kebijakan mengamati suatu bidang yang jauh lebih kecil, sehingga bidang pengawasan lebih terbatas dan lebih mudah ditangani. Salah satu sifat yang penting dalam sistem ini adalah adanya kedaulatan konsumen. Konsumen tidak hanya bebas memilih barang yang ditawarkan, tetapi juga melalui pilihan yang dilakukannya menentukan jenis dan jumlah barang yang akan diproduksi.

3. Perekonomian pasar bercirikan persaingan ( competition ). Dalam perekonomian pasar, alternatif untuk persaingan bisa saja monopoli swasta atau juga monopoli resmi dari negara.

4. Modal kapital ( baik uang maupun kekayaan lain ) diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba (profit). Sistem ekonomi ini lebih banyak memberikan kesempatan untuk meraih keuntungan daripada sistem yang lain, disebabkan oleh dijaminnya tiga kebebasan, yaitu kebebasan berdagang dan menentukan pekerjaan, kebebasan hak kepemilikan, dan kebebasan mengadakan kontrak.

Dalam pengertian harfiah, sosialisme selalu merujuk pada asosiasi yang terjadi di masyarakat baik dari pihak pemerintah maupun dari publik. Asosiasi tersebut mengacu pada prinsip pengendalian produksi dan kekayaan milik kelompok tertentu. Sosialisme menurut Robert Owen diperkenalkan sebagai bentuk komunitas-komunitas yang siap untuk hidup, bekerja dan belajar bersama. Oleh karena itu, sosialisme dapat diartikan sebagai suatu aliran atau ideologi yang berlandaskan pada kehidupan masyarakat dan kepentingan rakyat. Dalam sosialisme ada beberapa unsur penting seperti kualitas kehidupan ( kesejahteraan ), kritik sosial, dan semangat nasionalisme.

Dalam kehidupan muncul keinginan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dengan pemberian gaji yang sesuai dengan kebutuhan, perumahan, jaminan kesehatan yang baik. Sosialisme muncul sebagai kritik sosial atas kapitalisme terutama ditujukan pada kebebasan manusia dalam hal ini kepemilikan modal. Kapitalisme mendorong timbulnya kesengsaraan rakyat karena tidak adanya keseimbangan atau pembagian hak yang adil. Di sisi lain, sosialisme memicu semangat nasionalisme dalam mempersatukan solidaritas di antara warga masyarakat. Mereka berjuang melawan penindasan yang dilakukan oleh para pemilik modal dan para penguasa negara dengan tujuan untuk kesejahteraan hidup yang lebih baik. Salah satu tujuan utama dari sosialisme adalah mewujudkan negara kemakmuran ( welfare state ).

Etatisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya. Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.

Liberalisme dan kapitalisme merupakan dua ideologi yang masih saling berkaitan erat satu sama lain dengan adanya beberapa kesamaan yang saling mendukung. Kapitalime berkembang dengan landasan utama adanya liberalisme yang mengagungkan kebebasan individu untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada dirinya. Kebebasan ini merupakan naluri dasar bagi seorang manusia dalam kehidupan. Selain itu, naluri dasar manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan terutama materi. Di antara kedua ideologi, liberalisme/kapitalisme dengan sosialisme terdapat beberapa prinsip yang kontradiktif, yaitu :

a.  Liberalisme/Kapitalisme mengutamakan kebebasan individu sedangkan sosialisme mengutamakan kepentingan bersama.

b.  Alat-alat produksi dan distribusi pada kapitalisme sebagian besar dimiliki individu, sedangkan dalam sosialisme alat-alat produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

c.  Kapitalisme mengutamakan mengejar kekayaan perseorangan, sedangkan sosialisme bekerja demi pemerataan kesejahteraan.

d. Kapitalisme menggunakan upah sebagai alat untuk membius buruh agar bekerja membanting tulang di pabrik-pabrik, sosialisme menggunakan alat-alat kesejahteraan sosial untuk membuat kehidupan buruh bertambah nyaman.

e.  Kapitalisme mengutamakan perekonomian pasar bercirikan persaingan dengan sedikit campur tangan pemerintah, sedangkan sosialisme mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku, tetapi campur tangan pemerintah lebih besar untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Dalam realitanya, sosialisme selalu kalah bersaing dengan ideologi liberalisme dan kapitalisme. Hal ini disebabkan oleh pertama, daya adaptasi dan transformasi kapitalisme yang sangat tinggi, sehingga ia mampu menyerap dan memodifikasi setiap kritik dan rintangan untuk memperkuat eksistensinya. Sebagai contoh, bagaimana ancaman pemberontakan kaum buruh yang diramalkan Marx tidak terwujud, karena kelas borjuasi kapital melalui negara memberikan “kebaikan hati” kepada kaum buruh dengan konsep “welfare state”. . Konsep “welfare state” yang diterapkan di negara kapitalis adalah salah satu contoh upaya adaptasi kapitalisme merangkul semangat sosialisme ke dalam pangkuannya. Kedua, kreativitas budaya kapitalisme dan kapasitasnya menyerap ide-ide serta toleransi terhadap berbagai pemikiran. Menurut Rand, kebebasan dan hak individu memberi ruang gerak manusia dalam berinovasi dan berkarya demi tercapainya keberlangsungan hidup dan kebahagiaan. Seorang kapitalis adalah orang yang melalui harta kekayaannya ia mewujudkan diri, menyingkap eksistensi diri. Ia mengaktualkan dirinya dengan dan untuk kapital. Dengan kapital, ia berharap memperoleh kekuasaan dan dominasi. Memiliki kapital berarti menguasai dunia.

About these ads

14 comments on “Liberalisme, Kapitalisme, Sosialisme

  1. I don’t even know the way I stopped up right here, however I thought this publish was great. I don’t understand who you’re but certainly you are going to a well-known blogger for those who are not already. Cheers!

  2. Apapun yang menjadi landasan ekonomi saat ini baik di dunia internasional maupun Indonesia adalah dampak dari kepentingan yang dilatar belakangi oleh budaya masing masing negara. Yang pasti kepentingan mengakibatkan persaingan, maka segala cara dilakukan dengan menggunakan metode metode yang sudah ada sejak dahulu. Dan persaingan menciptakan konflik.

  3. Kapitalisme tetap akan ada sampai akhir dunia. kapitalisme lah yang menjadi penyebab kehancuran dunia dengan memecah belah umat manusia karena masing2 individu berusaha mati-matian untuk mempertahankan eksisitensinya (kapital) dengan segala cara.

  4. Mengenai ideologi dalam bentuknya yang melahirkan sebuah sistem perekonomian harus dicari awal mulanya pada Filsafat. Dari Filsafat-etika-ilmu pengetahuan (eko-pol-sos-huk) -sistem praktis. Sebenarnya Indonesia pada mula pendiriannya sampai detik ini kalau kita mau jeli dan tegas bahwa Pancasila yang sebenarnya adalah sosialisme, berikan pada saya sila pancasila yang berbicara individualisme. Jelas Pancasila=Sosialisme, dan kalau mau lebih tegas lagi Pancasila yang tidak menggariskan sistem praktis membuatnya tunduk pada sistem praktisnya penguasa, artinya Pancasila tidak pernah memberi sistem praktis walau Pancasila sudah menunjuk dirinya pada sosialisme. Hal ini mengakibatkan Pancasila berupa Nasional-Agama Komunis (NASAKOM) pada penguasa Soekarno, Pancasila berupa Fasis-Birokrasi-Militer pada penguasa Soeharto, Pancasila berupa Liberalisme-Kapitalisme pada penguasa SBY. Jadi apa sistem praktis buat Pancasila?

    Jikalau Pancasila=sosialisme, kita tahu sosialisme itu banyak jenis dengan ketegasan berbeda-beda dan metode berbeda-beda. Sosialisme cenderung kepada individualismenya Thoreau-Leo Tolstoy yang identik dengan simple life, anarchist natural, hippie. Sosialisme Kristen, Islam dan Buddha. Sosialisme Marxist berbeda dengan Feurbach. Sosialisme Stalin berbeda dengan Trotsky. Sosialisme setengah kapital dengan sosial demokrat yang umum di barat berbeda dengan sosialisme-komunisnya Trotsky. Kita semua tidak akan bisa mengerti sosialisme yang tepat buat Indonesia atau menurut istilah Tan Malaka “Sosialisme Indonesia”, jikalau kita tidak memulainya dari filsafat. Perbenturan Filsafat sebenarnya sudah diselesaikan oleh Tan Malaka dalam Madilog tentunya dengan perkembangannya sampai pertengahan abad 20. Pancasila sofar mesti diterjemahkan oleh Madilog menurut saya.

  5. apa bila anda slh memberi penjelasan/keritik itu sgt ber bahaya kkarena sgt berbahaya nm kita dan nm klrg kita ingat jgn asal= memberi penjelasan/keritik yg salah

  6. iya, ideologi emang produk budaya. lantas ideologi macam apa yang mampu mengatur kehidupan manusia, sementara ia berasal dari kehendak manusia untuk mencapai manfaat semata dalam hidupnya?
    berarti, harus ada ideologi yang memang otentik, universal, diterima akal, menentramkan hati, dan yang pasti memang patut untuk dijadikan ideologi..
    hahahahahahaha……alah gaya banget gw da ah..

  7. dua-duanya. bagaimana mungkin sebuah ideologi berasal dari kehendak manusia?? yang pada akhirnya mengikis identitas manusianya sendiri? kan gak lucu kayaknya..haha..
    kalo gitu jadinya sederhana, saya senang, anda senang, semua senang..hahahaha…
    ideologi kan nggak sedangkal itu..hehehehe..

    • Bisa saja terjadi…Ideologi sebagai suatu produk budaya,terlahir dari cipta,rasa,karsa manusia. Dalam hal ini, jika dikaitkan dg salah satu pndapat,kapitalisme terlahir sbagai perlawanan thadp produk budaya sosialisme, akibat pengekangan thdp kehendak manusia itu sendiri..perkembangan yang terkini,kapitalisme justru menjadi bumerang bagi manusia yang melahirkannya. Ini dapat dilihat pada era globalisasi skarang,,dimana ekses dari kapitalisme,sperti konsumerisme dalam masyarakat urban yang justru subyek individu menjadi bahan komoditas industri sehingga mengeliminasi hakikat individu tersebut. Manusia tidak lagi memiliki identitas tertentu. Manusia harus “adaptasi” dengan kehendak pasar..

  8. kapitalisme memang terbukti mampu beradaptasi untuk mengukuhkan eksistensinya. konsep welfare state sendiri juga merupakan ilusi yang untuk memecah belah persatuan kaum buruh dan mencegah aksi massa. alih-alih berjuang untuk menegakkan konsep egaliter, mereka justru mencoba berpikir lebih “realistis” dengan mencoba “naik kelas” dan memperbaiki status sosial. jelas, kapitalisme makin berkibar.
    liat nanti aja, dunia akan berakhir dengan ideologi seperti apa.

    • yap memang…kapitalisme mudah sekali beradaptasi dengan kondisi sekarang,,,cukup menarik tuk dianalisis,,,jika dilihat sebagai suatu produk budaya,apakah kapitalisme scara ideologi itu sendiri sangat “familiar” dengan kehendak manusia??atau kapitalisme malah mengikis perlahan identitas manusia tsb??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s